
Hari, tanggal : Jumat, 19 Desember 2025
Waktu : 09.00 – selesai WIB
Tempat : Gedung Serbaguna Kelurahan Tegaltirto
Peserta : Orang tua/wali siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP Negeri 1 Berbah
Kegiatan parenting SMP Negeri 1 Berbah kembali digelar sebagai bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan orang tua. Pada Jumat, 19 Desember 2025, Gedung Serbaguna Kelurahan Tegaltirto dipenuhi oleh antusiasme para orang tua/wali siswa. Mereka hadir untuk mengikuti seminar bertema “Smart Parents Successful Kids: Strategi Mengubah Gadget dari Pengganggu Belajar Menjadi Alat Peraih Sukses” yang dibawakan oleh Wahyu Bintari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog yang berpengalaman dalam bidang perkembangan remaja dan konseling keluarga.
Tantangan Orang Tua di Era Digital
Dalam pemaparannya, Wahyu Bintari menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar orang tua masa kini adalah penggunaan gadget yang tidak terkontrol. Remaja berada pada fase mencari jati diri, dan kemudahan akses internet membuat mereka rentan terhadap distraksi, konten tidak sesuai usia, hingga penggunaan berlebih yang memengaruhi akademik dan perilaku.
Beliau menekankan bahwa gadget bukan musuh, melainkan alat yang harus diarahkan. Permasalahan timbul bukan karena gadgetnya, tetapi pola penggunaan dan pengawasan yang kurang sesuai.

Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
Wahyu Bintari memberikan berbagai strategi praktis bagi orang tua untuk mengubah gadget dari sumber gangguan menjadi sarana mencapai tujuan belajar dan prestasi.
- Menetapkan Aturan Penggunaan Gadget
Orang tua diajak membuat “kontrak belajar” berisi:
- batas waktu penggunaan harian
- zona bebas gadget (misal kamar tidur dan ruang makan)
- prioritas belajar sebelum hiburan
- konsekuensi logis apabila aturan dilanggar
Pendekatan ini membantu remaja memahami tanggung jawab dan disiplin digital.
- Mengarahkan Gadget untuk Aktivitas Edukatif
Beliau mencontohkan aplikasi-aplikasi yang dapat dimanfaatkan siswa:
- platform video pembelajaran
- aplikasi pengingat jadwal belajar
- kamus digital
- aplikasi latihan soal
- fitur parental control
Dengan pengawasan yang tepat, gadget dapat menjadi sarana belajar yang memperkaya pengetahuan dan kreativitas.
- Pendampingan Emosional Orang Tua
Peran orang tua bukan hanya mengawasi, tetapi juga menjadi pendamping emosional. Orang tua perlu menunjukkan minat terhadap kegiatan anak, menanyakan apa yang mereka tonton, mainkan, dan pelajari. Interaksi hangat ini memberi rasa aman bagi anak sehingga tidak “melarikan diri” ke dunia digital.
- Memberi Teladan Penggunaan Teknologi
Anak akan meniru perilaku orang tua. Oleh karena itu, Wahyu Bintari menekankan pentingnya orang tua memberikan contoh penggunaan gadget yang sehat:
- tidak memainkan ponsel saat sedang bercakap dengan anak
- membatasi penggunaan pada jam keluarga
- menunjukkan bahwa gadget juga dapat dipakai untuk membaca, bekerja, atau mengakses ilmu
Keteladanan lebih kuat daripada nasihat berulang.
Interaksi dan Diskusi dengan Orang Tua
Setelah penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung sangat aktif. Orang tua mengutarakan berbagai pengalaman, mulai dari anak yang kecanduan game, sulit berhenti menonton video, hingga cara mengatasi konflik saat orang tua mencoba membatasi gadget.
Wahyu Bintari memberikan penjelasan dengan contoh-contoh nyata, menyampaikan bahwa kunci utamanya adalah konsistensi dan komunikasi yang penuh empati. Orang tua tidak cukup hanya melarang, tetapi harus memahami dunia digital anak dan memberikan alternatif kegiatan yang menarik.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan parenting ini, sekolah berharap orang tua dapat menjadi mitra strategis dalam membentuk karakter siswa. Dengan pendekatan yang tepat, gadget tidak lagi dianggap penghalang prestasi, melainkan alat yang mendukung kreativitas, akses informasi, dan kesuksesan masa depan.
