JALISENA: Membangun Literasi, Alih Moda Teks, dan Berpikir Kritis Siswa SMP

Kondisi Awal dan Latar Belakang

Bagi siswa SMP, literasi kini bukan sekadar kemampuan membaca. Di tengah ledakan informasi, literasi menjadi kunci untuk menyaring informasi, menghindari hoaks, dan membangun kemampuan berpikir kritis yang tidak bisa digantikan oleh otomatisasi maupun kecerdasan buatan (AI). Namun asesmen awal di sekolah kami menunjukkan tantangan serius, terutama pada kemampuan memahami bacaan: siswa kesulitan menangkap intisari, ide pokok, dan pesan tersirat dari sebuah teks. Berdasarkan hasil TKA tahun 2026, khususnya di Kabupaten Sleman untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia hanya ada 2,45 % siswa yang memiliki kategori istimewa dari 13.247 peserta 125 sekolah yang ada di Kabupaten Sleman.

Sumber : tka.kemendikdasmen.go.id
Sumber : tka.kemendikdasmen.go.id

Mengapa praktik ini penting dibagikan

Kondisi seperti ini hampir pasti dialami banyak sekolah lain. Siswa dengan pondasi literasi yang lemah lebih rentan terhadap hoaks dan kurang siap menjadi pembelajar sepanjang hayat. Karena itu, sekolah melaksanakan praktik ini sebagai gambaran program sederhana yang berjalan rutin, terukur, dan dievaluasi secara jujur, bukan sekadar kegiatan formalitas. Guna membangun penerus yang literat sekolah memberikan solusi, sekolah menjalankan program JALISENA dengan fokus pada pembiasaan membaca memahami dan alih moda teks.

Hambatan yang dihadapi

Tantangan dipetakan sebagai faktor penyebab yang harus diselesaikan, bukan keluhan:

  1. Kemampuan memahami bacaan yang belum merata. Siswa kelas 7, 8, dan 9 memiliki level yang berbeda, sehingga satu jenis teks dan satu perlakuan tidak cukup.
  2. Kendala teknis. Pembuatan produk visual (infografis, peta pikiran, komik, ringkasan digital) menuntut alat dan media digital yang mudah dipakai siswa.
  3. Hambatan psikologis siswa. Sebagian siswa kurang percaya diri atau enggan membaca teks panjang dan mengekspresikan pemahamannya.
  4. Kemampuan berpikir kritis terhadap hoaks. Siswa perlu dilatih memverifikasi fakta, bukan hanya mempercayai informasi yang pertama mereka temui.

Pihak yang terlibat

  • Siswa kelas 7, 8, dan 9 sebagai subjek utama program.
  • Tim JALISENA sekolah yang merancang, melaksanakan, dan memutuskan kelanjutan program.
  • Guru yang mendampingi dan membersamai siswa.

Langkah Nyata dan Strategi Solusi

Strategi umum

Program JALISENA berjalan serentak untuk kelas 7, 8, dan 9 setiap hari Senin. Pelaksanaan dibagi ke dalam tiga fokus yang saling berkesinambungan, sehingga setiap pertemuan memberi pengalaman utuh dari memahami teks, mengolahnya, hingga menyikapinya secara kritis.

Langkah pelaksanaan

1. Perancangan, merumuskan tujuan, lalu menyusun desain program beserta instrumen pengukurannya sebelum kegiatan dimulai.

2. Fokus 1: Membaca memahami. Siswa membaca teks dan menjawab soal pemahaman bacaan berbasis literasi model TKA dan ALN. Sasarannya adalah kemampuan menangkap intisari, ide pokok, dan pesan tersirat.

3. Fokus 2: Alih moda teks. Siswa mentransformasikan informasi tertulis menjadi produk visual kreatif: infografis, peta pikiran, komik, atau ringkasan digital ataupun sebaliknya. Memilih dan mengolah ulang informasi memaksa siswa benar-benar memahami isi teks.

4. Fokus 3: Berpikir kritis dan penyaringan hoaks. Siswa berlatih menyaring informasi melalui studi kasus dan verifikasi fakta, untuk membentuk sikap skeptis positif: kritis dan logis tanpa menjadi sinis.

5. Refleksi dan perubahan. Hasil evaluasi dipakai untuk mendiagnosis akar masalah, lalu menyusun perbaikan untuk siklus berikutnya.

R – Refleksi Hasil dan Dampak: Evaluasi dan Rekomendasi

Dampak dari aksi

Pengintegrasian pemahaman bacaan, alih moda teks, dan penyaringan informasi terbukti menjadi langkah strategis dalam menjawab masalah hasil asesmen. Proses mengubah teks menjadi produk visual secara konsisten memperdalam pemahaman intisari dan pesan tersirat, sekaligus mengasah daya kritis siswa dalam memfilter hoaks.

Diagram jawaban Formulir. Judul pertanyaan: Apakah kamu mendapatkan hal baru dalam kegiatan JALISENA ?. Jumlah jawaban: 139 jawaban.
Diagram jawaban Formulir. Judul pertanyaan: Apakah kamu merasa Jalisena bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari ?. Jumlah jawaban: 139 jawaban.
Diagram jawaban Formulir. Judul pertanyaan: Apakah kamu merasa senang dengan kegiatan Jalisena ?. Jumlah jawaban: 139 jawaban.
Diagram jawaban Formulir. Judul pertanyaan: Hal apa yang kamu suka dengan kegiatan Jalisena ?. Jumlah jawaban: 139 jawaban.

Faktor keberhasilan dan ketidakberhasilan

  • Pendukung: jadwal serentak yang konsisten setiap Senin, tiga fokus yang saling menguatkan, pembiasaan jangka panjang, dan evaluasi sistematis dengan instrumen yang jelas.
  • Penghambat: kendala teknis dan hambatan psikologis siswa, serta teks bacaan yang belum sepenuhnya menyasar indikator yang belum tercapai.

Berdasarkan refleksi, kami merancang perbaikan untuk siklus inkuiri berikutnya:

  1. Diagnosis ketercapaian untuk menemukan akar masalah teknis dan substantif pada pemahaman bacaan model TKA dan ALN, alih moda visual, dan literasi digital kelas 7, 8, dan 9.
  2. Eksplorasi alat dan media digital baru agar siswa lebih mudah membuat produk visual.
  3. Penyusunan teks bacaan TKA dan ALN yang lebih fokus pada indikator kompetensi yang belum tercapai.

RTL

  • Literasi berkembang lewat pembiasaan yang rutin, bukan kegiatan sesekali.
  • Alih moda teks efektif karena siswa tidak bisa membuat produk visual tanpa memahami isi bacaan.
  • Pelatihan berpikir kritis perlu diberi ruang tersendiri agar siswa tidak mudah termakan hoaks.
  • Program yang baik berani dievaluasi dan diubah berdasarkan data, bukan dipertahankan karena kebiasaan.
  • Diferensiasi dan media yang tepat menentukan apakah semua siswa, bukan hanya yang sudah mahir, ikut berkembang.

Penutup: JALISENA diharapkan terus menjadi pijakan kokoh bagi siswa untuk tumbuh sebagai pembelajar yang logis, berwawasan luas, dan memiliki sikap skeptis positif yang tangguh di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *