Assalamu’alaikum wr.wb..
Alhamdulillah Kamis 30 juli 2026, SMP N 1 Berbah Launching kegiatan Literasi dengan nama JALI SENA, Jam Literasi Serentak. Kegiatan ini dikawal oleh para maha siswa PK dari UNY. Dengan mengenakan pakaian adat Yogyakarta karena kebetulan hari Kami Pon, SMP Negeri 1 Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadakan dua agenda sekaligus dalam satu hari antara lain pelestarian budaya lewat busana adat serta penguatan literasi Bahasa Inggris melalui kegiatan menyimak (listening). Seluruh siswa dan tenaga pendidik mengenakan kebaya (perempuan) serta lurik dan jarik (laki-laki) sebagai bagian dari agenda rutin Kamis Pon di DIY, sementara pada waktu yang sama sekolah menggelar sesi literasi berbasis audio yang mengharuskan siswa melengkapi paragraf rumpang dan menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia.

Melestarikan Tradisi lewat Busana Adat Setiap Kamis Pon, penanggalan yang mengikuti siklus pasaran Jawa warga sekolah di DIY memang lazim mengenakan busana adat sebagai wujud pelestarian budaya lokal. SMP Negeri 1 Berbah turut menjalankan agenda ini secara konsisten. Perempuan mengenakan kebaya, sedangkan laki-laki mengenakan lurik dipadukan jarik. Praktik ini bukan sekadar seremoni berpakaian, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan identitas budaya Jawa agar tetap dikenal dan dihayati oleh generasi muda di lingkungan pendidikan formal. Literasi Bahasa Inggris Berbasis Audio Selain busana adat, hari yang sama juga diisi dengan agenda Literasi Bahasa Inggris. Siswa mendengarkan audio yang diputar melalui pengeras suara sekolah, kemudian diminta mengisi bagian-bagian kosong pada paragraf yang telah disediakan berdasarkan apa yang mereka dengar. Setelah itu, siswa menerjemahkan paragraf tersebut ke dalam Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini dirancang untuk beberapa tujuan sekaligus antara lain meningkatkan kemampuan literasi siswa secara umum, menumbuhkan kesadaran (awareness) terhadap pentingnya literasi dan bahasa termasuk bahasa asing, serta menjadi sarana latihan sekaligus alat ukur sederhana atas keterampilan siswa dalam berbahasa asing, khususnya kemampuan menyimak dan menerjemahkan. Dua Agenda, Satu Semangat Pengembangan Diri Pelaksanaan agenda budaya dan literasi bahasa dalam satu hari yang sama menunjukkan bahwa penguatan karakter lokal dan kemampuan global dapat berjalanberiringan di lingkungan sekolah. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala sehingga siswa tidak hanya terampil dalam berbahasa asing, tetapi juga tetap memiliki kedekatan dengan akar budaya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *